Penelitian & Pengembangan

Penelitian & Pengembangan

Penelitian & Pengembangan

Jaminan Pasokan Gas
Pupuk Urea memiliki peran strategis dalam keberlanjutan perusahaan, mengingat penjualan dari  pupuk Urea masih merupakan mayoritas penerimaan pendapatan PT Pupuk Kujang. Untuk menunjang operasional produksi Pupuk Urea dari Pabrik Kujang 1A dan Kujang 1B, gas bumi merupakan bahan baku utama produksi. Dengan demikian jaminan suplai pasokan gas merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki untuk menunjang operasional bisnis perusahaan.

 

A. Jaminan Pasokan Gas Pabrik Kujang 1A

Pasokan gas untuk pabrik Kujang 1A dari PT PHE ONWJ telah tersedia untuk periode tahun 2017-2030. Namun pasokan gas bumi tersebut akan turun dari 62 BBTUD menjadi 37 BBTUD pada tahun 2021 dan terus menurun pada tahun-tahun berikutnya. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan Pabrik Kujang 1A tidak dapat beroperasi, mengingat kebutuhan gas minimum agar pabrik dapat beroperasi normal sebesar 57 BBTUD. Untuk mengatasi kendala tersebut, PT PHE ONWJ telah menyetujui untuk menambah pasokan
gas Pabrik Kujang 1A periode 2021 sampai dengan 2024, sehingga jumlah volume gas yang akan dipasok pada tahun 2021 s.d. 2024 adalah sebesar 62 BBTUD.  Adendum PJBG (Perjanjian Jual Beli Gas) Kujang 1A antara PHE ONWJ dengan PT Pupuk Kujang untuk tambahan pasokan gas tersebut, masih dalam pembahasan. Dan melakukan negosiasi dengan PT PEP asset 2 SSWJ untuk menggunakan alokasi gas sebesar 25 BBTUD, negosiasi penggunaan alokasi gas ini pada proses persetujuan Keputusan Menteri ESDM.

 

B. Jaminan Pasokan Gas Pabrik Kujang 1B

Pabrik Kujang 1B memerlukan gas minimal sebanyak 39 MMSCFD. Pasokan gas dari PT Pertamina EP berdasarkan PJBG saat ini berlaku sampai dengan Desember 2022. Dengan adanya jaminan Pasokan Gas maka Pabrik Kujang 1B dapat beroperasi sampai Desember 2022. Penandatanganan PJBG Kujang 1B antara PT Pertamina EP dengan PT Pupuk Kujang telah dilakukan pada pada tanggal 13 Februari 2018.

 

 

Kajian Rencana Strategi Operasional Pabrik Sampai Tahun 2035

Kondisi pasokan gas untuk PT Pupuk Kujang akan mulai berkurang pada tahun 2021 dan seterusnya sehingga mengakibatkan PT Pupuk Kujang akan beroperasi dengan 1 (satu) pabrik dengan mematikan pabrik Kujang 1A. Oleh karena itu telah dibuat kajian terkait strategi operasi untuk mengatasi kekurangan pasokan gas alam. Adapun strategi operasi tersebut adalah sebagai berikut:
1. Mengupayakan total alokasi gas sebesar 101 BBTU sampai tahun 2030, hal ini dilakukan agar PT Pupuk Kujang tetap menjalankan 2 (dua) pabrik
2. Mengupayakan total alokasi gas sebesar 52 BBTU mulai tahun 2024 sampai 2035, hal ini dilakukan agar PT Pupuk Kujang bisa menjalankan 1 (satu) pabrik dengan tetap mensuplai kebutuhan utilitas serta bahan penunjang lainnya ke anak perusahaan dan pabrik NPK.

Terkait dengan kondisi pasokan gas periode 2024 – 2035 yang mengharuskan PT Pupuk Kujang beroperasi dengan 1 (satu) pabrik, maka dibuat rencana mode operasional agar potensi revenue yang diperoleh tetap maksimal. Adapun mode operasional tersebut adalah
1. Pabrik Kujang 1B beroperasi sementara Pabrik Kujang 1A mati total. Pabrik Ammonia 1B beroperasi pada rate maksimum sedangkan Pabrik Urea 1B beroperasi pada rate minimum (80%).
2. Interkoneksi Pabrik Ammonia Kujang 1B dan Pabrik Urea Kujang 1A. Pabrik Ammonia 1B beroperasi pada rate maksimum sedangkan Pabrik Urea 1A beroperasi pada rate minimum (60%).
3. Interkoneksi larutan urea dari Pabrik Urea 1B ke Pabrik Urea 1A pada rate minimum, Pabrik Ammonia 1B tetap beroperasi pada rate maksimum.


Pembangunan Pabrik CO2 Liquid
Gas CO2 merupakan produk samping dari pabrik ammonia yang merupakan bahan baku untuk  pembuatan urea.  Akan tetapi pada saat terjadi gangguan di pabrik urea sehingga tidak dapat menyerap gas CO2 secara maksimal, maka terdapat gas CO2 yang terbuang ke lingkungan sehingga terjadi pencemaran udara dari gas CO2. Untuk menambah pendapatan PT Pupuk Kujang dan mencegah terjadinya pencemaran udara maka dibangun Pabrik CO2 liquid dengan kapsitas 151 ton/hari atau 50.000 ton/tahun. Proyek pembangunan pabrik CO2 liquid sudah dimulai tanggal 21 Desember 2018 dengan kontraktor pelaksana proyek adalah PT Rekayasa Industri.

Pembangunan Pabrik Katalis Merah Putih
Katalis dalam dunia industri memegang peranan sangat penting, hampir setiap produk industri kimia  memanfaatkan peranan katalis. Saat ini Indonesia masih tergantung dengan impor untuk memenuhi kebutuhan katalis industri dalam negeri. Disisi lain, dalam rangka mendukung Kebijakan Energi Nasional, Pemerintah memiliki strategi pemanfaatan sumber energi terbarukan jenis Bahan Bakar Nabati (BBN) dari Crude Palm Oil (CPO) untuk menggantikan bahan bakar fosil. Program konversi CPO menjadi BBN tersebut juga membutuhkan katalis. PT Pupuk Kujang mengambil peranan pengembangan pabrik katalis berkapasitas 800 TPY bersama PT Pertamina dan Institut Teknologi Bandung dengan berencana membentuk Joint Venture Company Pabrik Katalis Nasional pertama yang menggunakan riset dan teknologi anak bangsa.

Rate this item
(1 Vote)
More in this category: « Anak Perusahaan & Afiliasi

stay connected

Anda dapat menghubungi kami melalui email info@pupuk-kujang.co.id, atau berlangganan newsletter dengan menginputkan alamat email anda dibawah ini.

Visitor Counter

Sekarang : 558                    
Kemarin : 885
Bulan Ini : 1874
Bulan Kemarin : 22955
Semua : 191811