Penelitian & Pengembangan

Penelitian & Pengembangan

Penelitian & Pengembangan

Realisasi kegiatan bidang pengembangan PT Pupuk Kujang tahun 2011:

 

Jaminan Pasokan Gas

Pupuk Urea memiliki peran strategis dalam keberlanjutan perusahaan, mengingat penjualan dari pupuk Urea masih merupakan mayoritas penerimaan pendapatan PT Pupuk Kujang. Untuk menunjang operasional produksi Pupuk Urea dari Pabrik Kujang 1A dan Kujang 1B, gas bumi merupakan bahan baku utama produksi. Dengan demikian jaminan suplai pasokan gas merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki untuk menunjang operasional bisnis perusahaan.

A. Jaminan Pasokan Gas Pabrik Kujang 1A
Pasokan gas untuk pabrik Kujang 1A dari PT PHE ONWJ telah tersedia untuk periode tahun 2007 - 2017. Namun pasokan gas bumi tersebut akan turun dari 57 BBTUD menjadi 33 BBTUD pada tahun 2012 dan terus menurun pada tahun-tahun berikutnya. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan Pabrik Kujang 1A tidak dapat beroperasi, mengingat kebutuhan gas minimum agar pabrik dapat beroperasi normal sebesar 57 BBTUD.

Untuk mengatasi kendala tersebut, PT PHE ONWJ telah menyetujui untuk menambah pasokan gas Pabrik Kujang 1A periode 2012 sampai dengan 2017, sehingga jumlah volume gas yang akan dipasok pada tahun 2012 s.d. 2015 adalah sebesar 57 BBTUD, dan pada tahun 2016 sebesar 44 BBTUD.

Penandatanganan Adendum PJBG (Perjanjian Jual Beli Gas) Kujang 1A antara PHE ONWJ dengan PT Pupuk Kujang untuk tambahan pasokan gas tersebut, telah dilakukan pada tanggal tanggal 21 Oktober 2011. Dan penyerahan Adendum PJBG oleh PHE ONWJ kepada PT Pupuk Kujang dilakukan secara resmi di Jakarta pada tanggal 17 November 2011.
B. Jaminan Pasokan Gas Pabrik Kujang 1B
Pabrik Kujang IB memerlukan gas minimal sebanyak 39 MMSCFD. Sementara pasokan gas dari PT Pertamina EP berdasarkan PJBG yang saat ini berlaku adalah hanya sampai dengan Desember 2011. Dengan tidak adanya jaminan Pasokan Gas periode tahun 2012 menjadikan ancaman terhentinya operasi Pabrik Kujang 1B.

Untuk mengatasi kendala tersebut PT Pertamina EP telah sepakat untuk memasok gas untuk PabrikKujang 1B untuk periode 2012 s.d. 2016 dengan volume sebesar 39 MSCFD.

Penandatanganan PJBG Kujang 1B antara PT Pertamina EP dengan PT Pupuk Kujang telah dilakukan pada pada tanggal 29 Desember 2011.

 

Studi (Kajian) dan Penelitian

Dalam rangka menjaga keberlangsungan usaha perusahaan, PT Pupuk Kujang melakukan berbagai inovasi dan pengembangan perusahaan, melalui kegiatan studi dan penelitian, baik dilakukan sendiri maupun bekerjasama dengan lembaga/badan penelitian.

A. Studi (Kajian)
Revamping Pabrik Kujang IA

Pabrik Kujang 1A telah berumur lebih dari 30 tahun dan memiliki konsumsi energy sebesar 34 MMBTU/ ton urea. Bila dibandingkan dengan konsumsi energy Pabrik Kujang 1B hanya sebesar 26 MMBTU/ ton Urea, konsumsi energy Pabrik Kujang 1A dinilai boros. Dengan tidak efisiennya konsumsi energy Pabrik Kujang 1A dan dengan kendala ketersediaan pasokan gas di Jawa Barat yang semakin terbatas serta harga gas yang cenderung meningkat, maka PT Pupuk Kujang melakukan kajian revamping Pabrik Kujang 1A. Sasaran hasil kajian adalah memilih beberapa alternative upaya terhadap  roses produksi Pabrik Kujang 1A diantaranya :

  • Optimalisasi Pabrik Kujang IA dg melakukan penggantian peralatan serta modifikasi peralatan dan proses agar tingkat konsumsi energi/gas bumi menjadi turun pada status pasokan saat ini.
  • Substitusi Unit Utilitas Gas Bumi dg Unit Utilitas Batubara agar gas bumi hanya digunakan sbg gas proses yg menjadikan kebutuhan gas bumi turun.
  • Gasifikasi batubara sehingga tidak lagi tergantung pada gas bumi. Hasil rekomendasi kajian tersebut adalah subtitusi unit utilitas gas bumi dengan unit utilitas batubara  merupakan alternatif yang paling aplikatif untuk mengurangi konsumsi gas bumi.
  • Beberapa pertimbangan utama atas rekomendasi tersebut antara lain:
    1. Jumlah ketersediaan pasokan batu bara nasional yang masih cukup banyak.
    2. Biaya investasi yang dibutuhkan relative lebih hemat, terutama bila dibandingkan harus melakukan perubahan proses dan peralatan produksi utama sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi konsumsi gas.
    3. Bila dilakukan konversi energi gas bumi untuk utilitas menjadi batubara, maka pasokan gas yang tersedia seluruhnya dapat dialokasikan menjadi bahan baku produksi Urea.

Kajian (awal) Pembangunan Pabrik Utilitas Berbahan Bakar batubara

Keterbatasan pasokan gas bumi saat ini sangat mempengaruhi kinerja produksi yg tidak bisa mencapai kapasitas desainnya. Berdasarkan kendala tersebut, diperlukan upaya untuk menurunkan konsumsi gas bumi agar Pabrik Kujang IA dan IB tetap dapat beroperasi pada kapasitas desainnya.

Dalam operasional pabrik Kujang 1A dan Kujang 1B, 25% dari total kebutuhan gas bumi (26 BBTUD dari total 104 BBTUD) digunakan untuk memproduksi utilitas listrik dan steam. Atas kondisi tersebut menjadikan peluang PT Pupuk Kujang untuk menurunkan konsumsi gas bumi dengan upaya mengkonversi energi gas bumi dengan energi lain. Dan salah satu energi yang saat ini masih cukup melimpah di Indonesia dan sudah banyak digunakan sebagai energi pembangkit listrik dan steam adalah batubara. Dan pada tahun 2011, PT Pupuk Kujang telah melakukan kajian awal mengenai rencana teknologi dan kapasitas produksi Pabrik Utilitas Berbahan Bakar batubara.

Beberapa faktor penting yang menjadi pertimbangan dalam rencana pembangunan Pabrik Utilitas Berbahan Bakar batubara adalah kontinuitas pasokan batubara, harga batubara dan tranportasi batubara (mengingat lokasi PT Pupuk Kujang yang jauh dari pelabuhan) sehingga direncanakan akan dilakukan kajian detail mengenai pembangunan Pabrik Utilitas Berbahan Bakar batubara yang meliputi seluruh aspek pada tahun 2012 ini.

Bila hasil kajian mengindikasikan bahwa rencana tersebut layak, maka pembangunan Pabrik Utilitas Berbahan Bakar batubara akan mulai dilaksanakan pada tahun 2013.

 

Kajian Pembangunan Unit Gas Nitrogen

Gas Nitrogen merupakan bahan kimia pendukung yang rutin digunakan dalam operasional pabrik dan pengadaannya masih dari luar. Secara statistic dalam setahun PT Pupuk Kujang membutuhkan gas Nitrogen dalam bentuk liquid dengan volume sebesar 1,2 juta gallon.

Harga beli gas nitrogen beberapa tahun terakhir telah meningkat dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kenaikan harga antara lain:

  • Biaya (tarif) pemakaian listrik yang cenderung meningkat mengacu kepada tarif listrik PLN
  • Biaya transportasi (angkutan) Nitrogen yang relative tinggi, mengingat dibutuhkan moda transportasi khusus yang dapat mengangkut gas nitrogen dalam bentuk liquid.
  • Tingkat suplai dan demand yang cenderung tidak seimbang dikarenakan pemasok nitrogen dalam bentuk liquid dan dalam jumlah yang besar terbatas.


Dengan tingginya konsumsi gas Nitrogen serta indikasi meningkatnya harga Nitrogen kedepannya, maka PT Pupuk Kujang melakukan kajian rencana pembangunan Unit Nitrogen untuk mensuplai kebutuhan operasi Pabrik Kujang IA dan Kujang IB serta pabrik-pabrik perusahaan patungan di Kawasan Industri Kujang.

Dengan beroperasinya Unit Nitrogen di PT Pupuk Kujang maka reliabilitas ketersediaan Nitrogen akan meningkat dikarenakan posisi Unit Nitrogen yang berada dilokasi Pabrik Ammonia-Urea Kujang dan tidak terpengaruh fluktuasi harga listrik, biaya transportasi dan tingkat suplai demand yang tidak seimbang.

Direncanakan pembangunan Unit Nitrogen akan mulai dilakukan pada tahun 2012.

 

Pemanfaatan C3 dan C4 dari Gas Ex. PHE ONWJ untuk LPG

Di dalam gas Ex. PT PHE ONWJ untuk Pabrik Kujang 1A memiliki kandungan fraksi C3 dan C4 yang dapat diektrak untuk menjadi LPG dan Kondensat. Berdasarkan hal tersebut, PT Pupuk Kujang melakukan Studi Kelayakan Pemanfaatan C3 dan C4 untuk LPG dari gas ex PHE ONWJ yang dilakukan bekerjasama dengan PT Jasa Sarana.

Hasil kajian sementara menyimpulkan bahwa kegiatan ektraksi gas bumi menjadi LPG diindikasikan akan mengakibatkan terjadinya penurunan Heating Value Gas yang dapat berakibat pada penurunan kuantitas suplai pasok gas untuk Pabrik Kujang 1A.

Berdasarkan hasil tersebut akan dilakukan evaluasi ulang dan merevisi hasil kajian sementara sebelumnya bila hasil kelayakan signifikan berubah.

B. Penelitian
Uji Formula dan Efektivitas Pupuk Organik plus Makro Sekunder untuk tanaman padi

Percobaan dilakukan bekerjasama dengan Balai Penelitian Padi (Balitpa) dan di Lokasi Penelitian Balitpa Sukamandi, Subang. Tanaman padi yang digunakan adalah dari varietas Ciherang.

Uji Aplikasi Pupuk CBOF Pada Tanaman Padi

Penelitian uji coba pupuk Chemical Bio Organic Fertilizer Granule dilakukan bekerjasama dengan BPPT dan berlokasi di lahan percobaan Komplek Perumahan PT Pupuk Kujang. Tanaman padi yang digunakan adalah dari varietas Ciherang.

Hasil uji aplikasi menunjukan bahwa penggunaan pupuk CBOF dengan dosis hara N 75% (lebih rendah 25% dari pemakaian pupuk anorganik normal), dapat menghasilkan produksi padi yang sama dengan penggunaan pupuk konvensional atau rekomendasi Kementerian Pertanian.

Kerjasama Lisensi Pupuk Jerandi Super

Balitbang Pertanian memiliki lisensi formula NPK Jerandi Super berbentuk tablet, 18-10-14 dan 20-8-14 untuk tanaman Jeruk Andisol yang ditawarkan kepada PT Pupuk Kujang. Pupuk Jerandi Super tersebut telah dilakukan uji efektivitas oleh Balai Penelitian Tanah di Sumatera Utara dengan hasil menunjukan bahwa Pupuk Jerandi Super memiliki produktivitas lebih tinggi (hasil buah, grade buah dan total soluble solid (TTS).

Pada tanggal 13 Desember 2011 telah ditandatangani perjanjian pelaksanaan demplot Pupuk Jerandi Super antara PT Pupuk Kujang dengan Balai Penelitian Tanah (Balitanah), Bogor. Pelaksanaan demplot (pemupukan ke-1) mulai dilaksanakan pada awal Januari 2012.

Peningkatan Kadar Phosphate Untuk Bahan Baku NPK Skala Industri

Penelitian peningkatan kadar fosfat dari sumber dalam negeri dengan cara kimia (HCl tersirkulasi & penambahan asam fosfat) & bioleaching dengan Aspergillus niger dilakukan bekerjasama dengan Puslitbang tekMira. Tujuan untuk mencari alternative bahan baku fosfat dari sumber dalam negeri sebagai bahan baku pupuk NPK dengan kadar fosfat yang memenuhi syarat.

Hasil percobaan cara kimia menghasilkan kenaikan kadar phosphat dari semula 25% menjadi 31,8%. Hasil Percobaan dengan Bioleaching, dinilai tidak efektif karena kadar fosfat yang dapat dilindi (diekstrak) masih rendah.

Uji Coba Aplikasi Pupuk Hayati

Uji coba aplikasi pupuk hayati dilakukan terhadap pupuk hayati dari biowish dibandingkan dengan pupuk hayati dari Petrokimia Gresik dan NPK Pupuk Kujang di kebun percobaan PT Pupuk Kujang. Uji coba dilakukan bekerjasama dengan Biowish, yang merupakan salah satu produsen pupuk hayati dari Amerika.

Uji coba direncanakan akan dilaksanakan pada awal tahun 2012.

Formulasi Pupuk untuk Budidaya Ikan

Uji coba formulasi pupuk untuk budidaya ikan dilakukan bekerjasama dengan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar. Tujuan penelitian adalah memperoleh formulasi pupuk yang efektif untuk budidaya ikan. Uji coba dilakukan pada Ikan Nila.

Uji coba dilakukan dengan beberapa beberapa tahapan dan berlokasi di di Laboratorium Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar, Bogor. Dan Tahap 4, di kolam petani daerah Cianjur dan di kolam instalasi Riset Toksikologi dan Lingkungan Cibalagung Bogor.

Hasil uji coba menununjukan bahwa penggunaan formula pupuk organi tambah pupuk NPK formula 12-20-0 dengan dosis tertentu, menghasilkan peningkatan produktivitas pengkembangbiakan ikan bila dibandingkan dengan metode konvensional yang biasa dilakukan petani ikan yakni dari sisi pertumbuhan bobot, survival rate, dan dari sisi efisiensi penggunaan pakan.

Pilot Plant Gasifikasi Batubara

Rencana pembangunan Prototype Plant Gasifikasi Batubara kapasitas 50 ton/hari, dimaksudkan untuk memproduksi gas sintesa (CO dan H2) dari Batubara Indonesia kerjasama dengan IHI (Jepang), Sojitz (Jepang), Puslitbang tekMira dan PT Pusri (Persero). Saat ini sedang dilakukan kajian mengenai rencana pelaksanaan kerjasama pembangunan pilot plant tersebut.

 

Rate this item
(0 votes)
More in this category: « Anak Perusahaan & Afiliasi

stay connected

Anda dapat menghubungi kami melalui email info@pupuk-kujang.co.id, atau berlangganan newsletter dengan menginputkan alamat email anda dibawah ini.

Visitor Counter

Sekarang : 558                    
Kemarin : 885
Bulan Ini : 1874
Bulan Kemarin : 22955
Semua : 191811