Kegiatan Perusahaan

Pupuk Kujang Kembangkan Closed Loop Petani Cabai di Garut 


Garut  - Dalam masa pandemi ini, ketersediaan pangan harus menjadi prioritas utama selain penanganan Covid-19. Stok dan distribusi komoditas pertanian selama ini menjadi persoalan tersendiri. Guna mengatasi persoalan tersebut salah satu alternatifnya adalah dengan sistem Closed Loop. Bukan kali pertama PT Pupuk Kujang bersinergi dengan berbagai pihak  untuk memastikan rantai pasok pertanian berjalan dengan baik dan hasil taninya optimal, sebagai bentuk komitmen bersama atas kerjasama ini ditandatangani MoU Pengembangan Pilot Project Kemitraan Closed Loop di luas lahan 30.000 m2  dan dilakukan secara simbolis penanaman benih perdana cabai oleh pimpinan perusahaan yang terlibat.  

Hadir dalam kesempatan ini Robert Sarjaka  Direktur Operasi & Produksi Pupuk Kujang , Kementrian koordinator bidang perekonomian (Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura) ,Kementrian pertanian (Direktur pengolahan dan pemasaran hasil hortikultura),  Ketua Komtap Hortikultura Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Bupati Garut, Perwakilan UGM, Paskomnas, PT KAI (Persero), PT Pasar Komoditi Nasional Indonesia (Paskomnas), PT East West Seed Indonesia, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT 8Village, Yayasan Mercy Corps Indonesia, PT Bayer Indonesia, Eptilu Kab Garut dan Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia

PT Pupuk Kujang sebagai solusi andal agribisnis dalam Closed Loop pertanian ini berperan  dalam pendampingan mulai dari analisa tanah, aplikasi pemupukan, budidaya  dan pemasaran hasil panen. Program Closed loop  agribusiness menjadi jembatan untuk petani dan pasar sehingga supply lebih maksimal sementara produk maupun harga menjadi stabil. Kuncinya adalah sinergi BUMN, pemerintah,swasta dan kelompok tani.

Program Closed Loop yang diinisiasi oleh Kadin ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat yakni Kementrian koordinator bidang perekonomian (Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura) & Kementrian pertanian (Direktur pengolahan dan pemasaran hasil hortikultura), Semua pihak dalam program ini mempunyai peranan mulai dari hulu hingga hilir dan bertanggung jawab untuk melakukan pendampingan agar produktivitas hasil taninya optimal. Hal itu diungkapkan Direktur Operasi & Produksi Pupuk Kujang Robert Sarjaka saat setelah melakukan penanaman perdana di Kabupaten Garut. Menurut Robert, selama ini PT Pupuk Kujang sudah menjadikan Garut sebagai lokasi tidak hanya untuk pemasaran pupuk bersubsidi, namun juga untuk pupuk non-subsidi/ritel. Menurutnya, kedepan Closed Loop ini akan diperluas ke wilayah lainnya yang memiliki potensial market, kelompok tani dan juga luasan lahan.

“Closed-Loop pertanian ini akan mengurai permasalahan supply chain yang muncul seperti produk melimpah dan langkanya produk pertanian. Model Closed-Loop ke depan diharapkan dapat menjadi success story yang dapat menjadi referensi dalam pengembangan bisnis hortikultura di Indonesia “ tutur Robert. (an/KP) 

Rate this item
(1 Vote)

stay connected

Anda dapat menghubungi kami melalui email info@pupuk-kujang.co.id, atau berlangganan newsletter dengan menginputkan alamat email anda dibawah ini.

Visitor Counter

Sekarang : 558                    
Kemarin : 885
Bulan Ini : 1874
Bulan Kemarin : 22955
Semua : 191811